Artikel Siswa SMA 3 Padang Favorit dalam Lomba Menulis tentang ‘Hak Paten’ Oleh: Yulia Oksi Yulanda *

Pengumuman pemenang lomba menulis artikel tentang Hak Paten yang diadakan oleh KEMENKUM HAM agaknya telah membuat M. Rezki Achyana, yang berstatus sebagai siswa SMA N 3 Padang ini bersorak gembira. Betapa tidak? Ia berhasil menyabet kategori artikel terfavorit dalam perlombaan yang diadakan untuk tingkat nasional ini.

Kiki-begitu ia akrab disapa, awalnya mengaku tidak percaya sama-sekali. “Waktu pengumuman,
kebetulan Ki juga lagi ikut lomba menulis di UNAND, trus tiba-tiba aja dapat kabar dari teman di sekolah, dia bilang kalo Ki dapat bingkisan gitu. Tapi kan nggak kepikiran juga itu bingkisan hadiah pemenang,” ucap remaja kelahiran 2 Desember 1996 ini.

Dikonfirmasi lebih lanjut perihal kesuksesannya ini, Kiki merasa masih belum percaya dengan apa yang ia dapat. “Serius, sampai sekarang aja Kiki masih ngerasa, ini tuh bener gak sih?”

Setelah esoknya menerima bingkisan hadiah di tangan, barulah ia benar-benar percaya dengan kesuksesannya menulis artikel.

Perihal lomba ini, Kiki mengaku mengetahuinya dari sosialisasi oleh KEMENKUM HAM yang
diadakan di sekolahnya beberapa waktu yang lalu. “Waktu itu, kebetulan Ki juga ikut sosialisasinya. Jadi ya, coba-coba ikut lomba itu. Eh nggak tahunya bisa dapet kategori favorit.”

Kiki menyatakan bahwa tema tulisannya “Bagaimana Cara Seorang Siswa untuk Memberikan Hak Paten pada Invensinya” ternyata telah sukses mencuri perhatian juri. Ia mengaku hanya
menulis berdasarkan ilmu-ilmu yang diberikan saat sosialisasi dan ditambah dengan beberapa informasi dari internet.

Lebih lanjut Kiki menceritakan tentang isi dari artikelnya tersebut. “Di artikel itu, Kiki berusaha mengajak siswa-siswi untuk ikut serta mematenkan invensinya. Sekarang kan udah banyak tuh siswa-siswi yang memiliki beragam invensi yang berguna, nah sayang kan kalau kita nggak mematenan invensi tersebut. Bisa-bisa nanti diplagiat orang lain.”

Menurut penuturan Kiki, sudah terlalu banyak kejadian pengklaiman hak cipta di negara kita ini. Maka sudah sewajarnyalah pematenan terhadap invensi digalakkan.

“Invensi-invensi yang dipatenkan tentu invensi-invensi yang murni ciptaan kita. Terus juga memiliki daya guna di masyarakat,” ucap putra dari pasangan bapak Amril Arif ibu Linda ini.

Mengenai harapan ke depan menyangkut dunia tulis-menulisnya, Kiki mengaku tidak akan terlalu
ambisius dengan prestasi menulis. “Menulis itu kalau menurut Kiki hobby, bukan paksaan jadi ya ikutin aja arusnya. Tapi ya, kalau untuk prestasi menulis sendiri, kiki pasti akan berusaha meraihnya,
tetapi tidak sampai tingkat yang terlalu ambisius.”

Remaja dengan motto “writing is my life” ini menambahkan, betapa pentingnya pematenan terhadap invensi mengingat kondisi akhir-akhir ini yang marak akan aksi pemplagiatan. Kiki tidak menampis bahwa salah satu faktor yang membuat para pelajar malas mematenkan invensinya adalah kecuekkan pelajar itu sendiri terhadap invensinya ataupun penganggapan bahwa invensi tersebut tidak akan ada gunanya.

“Jangan menganggap invensi yang kalian ciptakan itu buruk. Coba patenkan terlebih dahulu. Siapa tahu invensi tersebut akan berguna di masyarakat. We never know what will begin.”

Kiki berharap ke depannya, pelajar Indonesia yang memiliki invensi, mau mematenkan invensinya
tersebut. Karena tidak ada yang akan bisa menduga nasib invensi itu ke depan. Bisa saja invensi-invensi dari anak bangsa bisa berguna bagi masyarakat dunia.

Nah kalau sudah begini kejadiannya pasti akan banyak pihak yang berusaha mengklaim invensi tersebut. “Makanya, patenkan dulu invensi kita!” ajak Kiki mengakhiri pembicaraan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s